JAKARTA | LENTERAKEADILAN.CLICK – Presiden melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Margaguna yang merupakan bagian dari inisiatif pendidikan oleh Kementerian Sosial. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Indonesia. Rabu 11 September 2025
Dalam pernyataan resminya, Presiden menegaskan bahwa tujuan utama dari pendirian Sekolah Rakyat adalah untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Melalui pendidikan yang layak dan berkualitas, anak-anak dari latar belakang kurang mampu diharapkan mampu mengubah masa depan mereka dan berkontribusi sebagai bagian dari generasi emas Indonesia di masa mendatang.
Presiden juga menyoroti inovasi dalam sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat, yang kini mulai mengadopsi teknologi digital. Salah satu langkah konkret adalah pengadaan fasilitas *smart board* di ruang-ruang kelas, yang memungkinkan proses belajar-mengajar menjadi lebih interaktif dan modern. Ini sejalan dengan visi digitalisasi pendidikan nasional.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak akan berhenti di satu lokasi saja. Pemerintah merencanakan perluasan jumlah sekolah serupa di berbagai wilayah, terutama di daerah terpencil dan tertinggal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerataan pendidikan agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam mengakses ilmu pengetahuan.
Kunjungan Presiden ke sekolah tersebut juga menjadi simbol dukungan penuh negara terhadap peran pendidikan sebagai alat mobilitas sosial. Dengan keterlibatan aktif kementerian terkait dan dukungan masyarakat, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
(Redaksi Lentera Keadilan)


