Rabu, Januari 21, 2026
spot_img
BerandaInvestigasiGumpalan Hitam Misterius Di Subang Diperkirakan Busa Limbah Industri, BMKG Lakukan Tindak...

Gumpalan Hitam Misterius Di Subang Diperkirakan Busa Limbah Industri, BMKG Lakukan Tindak Lanjut

LENTERAKEADILAN.CLICK – Fenomena tak biasa berupa kemunculan gumpalan material berwarna hitam yang melayang di udara dan kemudian jatuh di wilayah Subang, Jawa Barat, pada Jumat (24/10/2025), telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat setempat. Peristiwa ini terekam kamera warga dan dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial pada Selasa (28/10/2025), memicu spekulasi mengenai asal-usul dan sifat material tersebut.

Gumpalan hitam yang menyebar di sekitar area persawahan dan jalanan, khususnya di Kampung Kondang, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, dilaporkan oleh warga setempat menyerupai bentuk awan fiksi, bahkan ada yang menyamakannya dengan “awan Kinton” yang populer dalam serial anime Jepang. Selain bentuk visual yang aneh, warga juga melaporkan adanya aroma tidak sedap yang tercium ketika material tersebut jatuh.

Menanggapi kehebohan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Bapak Teguh Rahayu, memberikan konfirmasi resmi. Teguh Rahayu secara tegas menyatakan bahwa fenomena gumpalan hitam tersebut dipastikan bukan berasal dari fenomena atmosfer atau cuaca murni.

Tangkapan layar vidio gumpalan hitam yang diduga beracun mendarat ke area pemukiman warga (Tangkapan layar vidio TikTok Radar Cianjur)

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Subang pada Senin, 27 Oktober 2025, tercatat normal dengan pagi hari yang berawan dan kemunculan awan hujan hanya terpantau di sebagian wilayah Subang bagian selatan. Berdasarkan data ini, dugaan menguat bahwa gumpalan hitam tersebut bersumber dari aktivitas di permukaan bumi.

Dalam penjelasannya, Teguh Rahayu menduga kuat bahwa material berupa gumpalan hitam yang melayang dan jatuh itu adalah busa limbah yang diakibatkan oleh proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas antropogenik lainnya. Massa jenis busa yang ringan memungkinkannya untuk terbawa dan terbang di udara apabila tertiup oleh angin kencang.

Menyikapi temuan awal ini, BMKG menyatakan akan segera menindaklanjuti kasus tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait untuk melakukan investigasi mendalam. Langkah ini krusial untuk memastikan sumber pasti dari gumpalan hitam yang telah meresahkan warga di beberapa titik lokasi jatuhnya.

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa jika hasil penyelidikan lebih lanjut menemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan limbah industri, sanksi administratif akan dijatuhkan kepada pelaku usaha terkait. Penegakan hukum ini akan merujuk pada ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pengawasan dan Sanksi Administratif Bidang Lingkungan Hidup.

Saksi mata, Agung Adami (28), warga yang menyaksikan langsung kejadian pada Jumat (24/10/2025), awalnya mengira material tersebut adalah awan hitam biasa. Namun, setelah jatuh, ia menyimpulkan bahwa gumpalan tersebut memiliki tekstur seperti busa, hanya saja berwarna hitam pekat. Agung juga menuturkan bahwa material itu menimbulkan bau asam yang tidak terlalu menyengat, dan mudah hilang ketika disiram air.

Warga sekitar, termasuk petani setempat, Upah (58), mengungkapkan keterkejutan mereka melihat banyaknya gumpalan hitam yang terbang di langit. Dugaan sementara dari masyarakat setempat adalah busa hitam tersebut berasal dari pabrik di sekitar lokasi, dengan beberapa spekulasi mengarah pada pabrik gula cair atau pabrik tepung.

Mengingat lokasi jatuhnya material yang berdekatan dengan area permukiman dan lahan pertanian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh material busa hitam tersebut terlebih dahulu. Imbauan ini berlaku hingga uji laboratorium memastikan apakah material tersebut tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau tidak, sekaligus mendukung permintaan warga agar segera dilakukan pemeriksaan tuntas demi ketenangan dan keamanan lingkungan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments