Sabtu, Januari 24, 2026
spot_img
BerandaNewsDihapuskan dari Tunggakan, Siswi SMK Indramayu Kembali Bersemangat Menggapai Cita-cita

Dihapuskan dari Tunggakan, Siswi SMK Indramayu Kembali Bersemangat Menggapai Cita-cita

 

INDRAMAYU | LENTERAKEADILAN.CLICK – Seorang siswi SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Indramayu, berinisial ANS mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya murung dan enggan mengikuti ujian akibat tunggakan biaya sekolah sebesar Rp4,9 juta beredar di media sosial. Di balik peristiwa tersebut, tersimpan kisah mengharukan dari seorang remaja berusia 16 tahun yang berjuang keras demi meringankan beban keluarganya. Berbeda dengan teman sebaya yang dapat fokus menempuh pendidikan, ANS harus belajar hidup mandiri sejak dini karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Dalam kesehariannya, ANS kerap membantu sang bibi mengantarkan pesanan nasi goreng untuk memperoleh tambahan uang saku. Upah yang diterimanya pun tidak menentu, berkisar antara Rp4.000 hingga Rp15.000. Meski jumlah tersebut relatif kecil, ANS tetap mensyukurinya karena dapat digunakan untuk membeli makanan ringan ataupun membayar ongkos transportasi menuju sekolah.

“Kalau ada bekal itu biasanya hasil dari saya mengantar nasi goreng pesanan bibi. Berapa pun hasilnya saya syukuri, kadang Rp15.000, kadang Rp10.000, kadang hanya Rp4.000. Uang itu saya gunakan untuk jajan atau ongkos naik elf ke sekolah,” ungkap ANS saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).

Di tengah keterbatasan tersebut, ANS tetap menyimpan mimpi besar untuk menjadi seorang pramugari. Namun, cita-cita itu sempat terhenti ketika ujian tengah semester berlangsung, sementara tunggakan biaya sekolah belum terbayarkan. Kondisi keluarganya semakin berat, sebab sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan perahu kecil tidak dapat melaut akibat cuaca buruk, sementara ibunya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga.

Selain itu, ANS juga harus memikirkan dua adiknya yang masih kecil, masing-masing berusia sembilan tahun dan satu tahun, yang juga membutuhkan perhatian serta biaya hidup. Situasi ini membuatnya sempat berpikir untuk berhenti sekolah agar tidak menambah beban orang tuanya. “Kalau keinginan saya sih tetap ingin sekolah sampai lulus, supaya bisa bantu orang tua. Tapi kadang saya merasa tidak tega menambah beban mereka,” ujarnya dengan suara lirih.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak sekolah melakukan penelusuran terhadap latar belakang keluarga ANS. Berdasarkan hasil pertimbangan, SMK Muhammadiyah Kandanghaur akhirnya memutuskan untuk menghapuskan seluruh tunggakan biaya sekolah dan membebaskan ANS dari kewajiban pembayaran. Kabar baik itu disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh ANS. “Alhamdulillah, saya sangat senang. Saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,” tuturnya penuh haru.

(Redaksi Lentera Keadilan)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments