Selasa, Januari 20, 2026
spot_img
BerandaNasionalPanen Raya Karawang: Presiden Prabowo Deklarasikan RI Swasembada Pangan

Panen Raya Karawang: Presiden Prabowo Deklarasikan RI Swasembada Pangan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Saat Kunjungan Panen Raya di Karawang (Sumber Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

KARAWANG | LENTERAKEADILAN.CLICK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencapaian swasembada beras merupakan tonggak sejarah yang krusial bagi kedaulatan dan kemerdekaan sejati bangsa Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan fondasi utama martabat sebuah negara di mata dunia.

Menurut Presiden, tidak mungkin sebuah negara benar-benar merasakan kemerdekaan jika kebutuhan dasar rakyatnya masih menggantungkan nasib pada kebijakan negara lain. Ketergantungan pangan dianggap sebagai celah kerentanan yang dapat mengganggu stabilitas nasional dalam jangka panjang.

“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya tergantung bangsa lain,” ujar Prabowo dengan nada penuh penekanan di hadapan para hadirin.

Beliau mengenang kembali masa sulit saat pandemi Covid-19, di mana banyak negara pengekspor pangan menutup keran ekspor mereka demi mengamankan kebutuhan domestik masing-masing. Kondisi tersebut membuat Indonesia sempat kesulitan mengakses pasokan pangan meski memiliki anggaran yang cukup.

“Waktu Covid itu adalah peringatan keras. Negara yang punya beras tidak mau menjual ke kita. Dari situ kita belajar, jangan lengah dan jangan tergantung bangsa lain,” tambah Prabowo, mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah agar Indonesia tidak lagi terjebak dalam krisis serupa.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan mencapai swasembada ini tidak terlepas dari dedikasi luar biasa para petani di seluruh pelosok negeri. Ia menyebut petani bukan hanya sebagai produsen pangan, melainkan tulang punggung ketahanan nasional dan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.

Selain peran vital petani, apresiasi tinggi juga diberikan kepada pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta koordinasi lintas kementerian. Sinergi ini memungkinkan kebijakan pangan dijalankan secara cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran di berbagai wilayah.

Wahyu Nurhadi Patani Asal Karawang (Sumber Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Dampak positif kebijakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Wahyu Nurhadi, seorang petani asal Kabupaten Karawang, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan nyata pemerintah yang telah mempermudah akses sarana produksi dan menjaga stabilitas harga.

“Kami para petani sangat merasakan dampak nyata dari kebijakan pemerintah saat ini. Dukungan seperti ketersediaan pupuk dan alat mesin pertanian yang tepat waktu membuat kami lebih bersemangat mengolah lahan, terutama di wilayah Karawang yang menjadi lumbung padi,” ungkap Wahyu dengan penuh bangga.

Andri Amran Sulaiman Menteri Pertanian Indonesia (Sumber Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Senada dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa keberhasilan swasembada ini adalah hasil kontribusi kolektif seluruh unsur, mulai dari petani hingga jajaran birokrasi yang bekerja keras di lapangan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga.

Amran memaparkan data historis yang menunjukkan tren positif stok beras nasional sejak tahun 1969. Ia menekankan bahwa tahun 2025 menjadi momentum emas di mana Indonesia berhasil mencetak rekor stok beras tertinggi sepanjang sejarah, mencapai angka surplus yang sangat signifikan.

“Alhamdulillah, pada Desember 2025 ini kita mencetak sejarah baru dengan stok beras mencapai 3,39 juta ton. Ini adalah angka tertinggi dalam catatan sejarah kita, yang membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Indonesia mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri dalam urusan pangan,” pungkas Amran Sulaiman.

 

Penulis : Gugun Gunawan 

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments