Kamis, Januari 22, 2026
spot_img
BerandaPeristiwaAkses Jalan Terputus dan Evakuasi Lansia: Abrasi Hebat Kembali Terjang Pesisir Sedari...

Akses Jalan Terputus dan Evakuasi Lansia: Abrasi Hebat Kembali Terjang Pesisir Sedari Karawang

Peninjauan lokasi abrasi Anggota DPRD,Camat,TNI,Kepala Desa,Pemdes (Dokumentasi: AlexaNews.id)

KARAWANG | LENTERAKEADILAN.CLICK – Fenomena abrasi rob kembali menunjukkan taringnya di wilayah pesisir Kabupaten Karawang di awal tahun 2026. Gelombang pasang air laut yang ekstrem dilaporkan menghantam pemukiman warga di Dusun Karangsari dan Dusun Tanjungsari Dobolan, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya. Kejadian yang berlangsung pada Sabtu (4/1/2026) ini menyebabkan kepanikan lantaran air merangsek masuk hingga ke area ruang tamu rumah warga.

Kondisi geografis Desa Sedari yang bersentuhan langsung dengan Laut Jawa membuat wilayah ini rentan terhadap gerusan ombak. Kali ini, terjangan air laut tidak hanya membawa material lumpur, tetapi juga merusak infrastruktur vital yang menjadi urat nadi perekonomian warga setempat. Situasi darurat ini memaksa masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Merespons bencana tersebut, jajaran otoritas setempat bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan. Camat Cibuaya, Anggota DPRD Hj. Rosmilah, bersama Kepala Desa Sedari, serta unsur Muspika Kecamatan Cibuaya terjun langsung ke titik-titik terparah. Mereka harus berjalan menerjang genangan air dan deburan ombak yang terus mengikis sisa-sisa daratan di depan mata mereka.

Hasil pantauan di lapangan mengonfirmasi bahwa tingkat kerusakan akibat abrasi kali ini tergolong sangat parah. Di Dusun Tanjungsari Dobolan, akses jalan utama yang menjadi satu-satunya penghubung warga dilaporkan terputus total. Sementara itu, di Dusun Karangsari, kondisi jalan aspal kini berubah menjadi hamparan puing dan tanah yang sangat sulit dilalui kendaraan, sehingga mengisolasi sebagian aktivitas harian masyarakat.

Di tengah suasana mencekam akibat suara gemuruh ombak, aparat gabungan memprioritaskan keselamatan jiwa penduduk. Sebuah aksi heroik terjadi saat petugas melakukan evakuasi darurat terhadap seorang nenek yang tengah terbaring sakit di rumahnya. Mengingat posisi rumah yang sangat dekat dengan bibir pantai, petugas memutuskan untuk memindahkan lansia tersebut ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko terseret arus rob.

Dilansir dari AlexaNews.id Camat Cibuaya Ahmad Mustopa, menegaskan bahwa langkah-langkah darurat telah diambil untuk memitigasi dampak yang lebih luas. Pihaknya mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang. Fokus utama koordinasi ini adalah mencari solusi teknis yang cepat dan tepat agar abrasi tidak terus meluas ke area pemukiman yang lebih dalam.

Salah satu solusi yang didorong oleh pemerintah kecamatan adalah percepatan pemasangan Ostrap, yakni teknologi penahan ombak yang memanfaatkan susunan ban bekas yang diperkuat. Metode ini dianggap paling realistis dan efektif berdasarkan evaluasi di beberapa titik pesisir lainnya.

“Di lokasi yang sudah terpasang Ostrap, laju abrasi relatif bisa dikendalikan dan tanah di belakangnya lebih stabil,” ungkap Ahmad Mustopa.

Ahmad Mustopa juga menambahkan bahwa usulan pembangunan ini bersifat mendesak mengingat cuaca yang tidak menentu. Pihak kecamatan berharap Dinas PUPR dapat segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pengukuran ulang di titik-titik jalan yang terputus. Hal ini dilakukan agar proses mobilisasi bantuan dan pemulihan ekonomi warga Desa Sedari tidak terhambat terlalu lama akibat rusaknya infrastruktur.

Senada dengan Camat, Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, menyatakan bahwa penggunaan material tradisional seperti bambu atau karung pasir tidak lagi memadai untuk menahan hantaman ombak Laut Jawa. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran bagi pembangunan penahan ombak permanen dengan sistem Ostrap yang telah teruji kekuatannya dalam menghadapi tekanan air laut yang besar.

“Ostrap ini menggunakan ban dan pipa yang dicor serta diikat dengan konstruksi kuat, sehingga lebih awet dan terbukti kualitasnya. Kami sangat berharap aspirasi ini segera direalisasikan demi kenyamanan dan keamanan jangka panjang bagi warga kami di pesisir Desa Sedari,” pungkas Bisri menutup pernyataan resminya.

 

(Mir)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments